pinacle foto

Gampang buat VCD Koleksi Foto dengan Pinnacle Studio Plus (Bagian 1)

Di era serba digital pada saat ini tidak ada salahnya bila kita sedikit beralih menggunakan teknologi yang ada untuk mengabadikan koleksi foto dengan tampilan yang lebih menarik dan interaktif yang dapat kita putar pada media VCD Player atau DVD Player tentunya sesuai dengan media player yang kita miliki.
Berikut ini aku mencoba untuk sedikit berbagi dengan kamu untuk Membuat VCD Album Foto Interaktif dengan
Pinnacle Studio Plus, semoga bermanfaat :

1. Langkah awal tentunya dengan mengumpulkan koleksi foto yang akan kita editing di Pinnacle Studio Plus, saranku agar foto-foto yg ditampilkan lebih sempurna dan dapat dimengerti cerita apa yang disampaikan, kumpulkan koleksi fotomu yg merupakan koleksi pada satu acara/kegiatan saja, tentunya koleksi foto tersebut memungkinkan kita untuk dapat berkreasi nantinya dengan urutan pengambilan yg teratur pada setiap eventnya misalnya Koleksi Foto Tamasya Keluarga, tapi yg dicontohkan berikut ini adalah Koleksi Foto Kegiatan Khitanan Massal Gratis yg diadakan oleh DPRa PKS Maharatu bekerjasama dengan BSMI Pekanbaru dan aku juga turut andil di dalamnya .

  1. Oke, aku anggap kamu sudah siap dengan koleksi fotomu, kalo belum yach siapkan dulu dong…

3. Berikutnya aku akan sedikit menjelaskan tentang Pinnacle Studio 9, software ini adalah software komersil untuk pengolahan video untuk hobi maupun keperluan profesional, seperti software pengolahan video lainnya Pinnacle Studio Plus version ini memiliki langkah kerja yg sama yaitu Capture (merekam materi video kedalam harddisk atau lebih dkenal dengan proses capturing atau pada video analog dikenal dengan proses digitizing), Edit (menyusun urutan adegan, memotong video atau menambah evek visual), Make Movie (mengubahnya ke format yg diinginkan seperti .avi,.mpeg,.dat,.wav). Untuk lebih jelasnya silahkan kamu baca di Help.

  1. Cukup dulu yach penjelasannya, nah sekarang mari kita berkreasi.
  2. Aku menganggap semua software yang nantinya dibicarakan disini sudah terinstal di komputer kamu.
  3. Sekarang bukalah antar muka Pinnacle Studio, dapat kita lihat seperti dibawah ini, karena kita tidak akan melakukan proses capture karena semua foto-foto yang akan kita olah tentunya sudah didalam hardisk komputer.

blog11.jpg

7. Pilihlah tab seperti yg ditunjukkan pada gambar dibawah dimana ini adalah halaman pada Pinnacle Studio Plus untuk menampilkan foto-foto yang akan kita olah.

blog21.jpg

8. Pilih gambar folder yg terletak di sudut kanan atas, seperti yg ditunjukkan gambar dibawah ini, kemudian pilihlah folder koleksi fotomu.

blog-3.jpg

9. Semua foto koleksimu akan ditampilkan pada Window View Media seperti yg terlihat ada gambar dibawah ini.

blog-4.jpg

10. Oke, sekarang kita lanjutkan dengan proses editing, untuk membuat tampilan awal berikut aku akan memberikan sedikit tips dengan mengambil potongan video dari sebuah film dengan menggunakan software VCD Cutter, oke jalankan VCD Cuttermu, kemudian Klik File, Pilih Play VCD untuk mengambil video dari VCD atau Open Movies, jika video sudah berada di harddisk, sekarang yg dicontohkan berikut ini, mengambil dari VCD, ntar deh disambung lg…..sabar yahhh……

6.jpg


11. Untuk memotong tampilan yg kita inginkan, klik Play untuk memutar video , kemudian pilih Clip Mark In atau tekan F5 untuk memotong awal video yg kita inginkan, kemudian Clip Mark Out atau tekan F6 akhir dari potongan video, kemudian untuk melihat hasil dari potongan klik Add to Clip List atau tekan F7 , potongan video akan ditampilkan.

12. Untuk menyimpan potongan video tadi, klik kanan pada potongan video, pilih Save this Clip dan simpan di drive yg kamu inginkan, mudah bukan??

9.jpg

13. Oke, seduhlah secangkir kopi atau teh dan luruskan punggung, sholatlah dulu kalo dah terdengar azan..lho kok jadi kemari ,,,.. he..he.

14. Sekarang buka kembali antarmuka Pinnacle-mu, untuk memasukkan potongan video tadi, pilih Show Video , kemudian klik gambar folder sudut kanan atas dan pilih potongan video tadi kemudian klik Open, potongan videomu akan ditampilkan.

12.jpg

15. Drag dan Droplah potongan video ke halaman Over View Video seperti pada gambar, untuk melihat hasilnya klik Play.

13.jpg

16. Okey, selanjutnya kita akan memasukkan foto-foto koleksi kita, masuk kembali kehalaman Show photos and frame grabs seperti gambar, kemudian lakukan hal yg sama saat memasukkan potongan video tadi yaitu dengan Drag dan Drop, susunlah urutan foto sesuai dengan waktu pengambilannya.

blog-4.jpg

17. Berikutnya untuk mempercantik perpindahan antara foto yg satu dengan foto berikutnya kita akan memberi jeda yg dinamakan transisi, pilih tab Transitions seperti gambar, pilihlah efek transisi yg kamu sukai, kemudian drag dan drop pada foto sisi antara foto yg satu dengan yg lain, lakukan hal yg sama pada foto-foto berikutnya.

14.jpg

18. Oke, setelah berkreasi dengan efek transisi, tentunya untuk menjelaskan foto apa yg sedang ditampilkan kita perlu sedikit memberikan teks. Begini caranya…..pindahlah ke tab Teks kemudian pilih mode teks yg ingin kamu gunakan, biasalah, drag dan drop ke halaman seperti gambar dibawah.

151.jpg

19. Untuk melakukan pengeditan pada teks, double klik teks yg telah di drop, kamu akan masuk ke halaman pengeditan seperti gambar dibawah ini, untuk memulai pengeditan kliklah teks, dan action, berkreasilah sesukamu, puas, klik OK, lihat sendiri hasilnya.

1.jpg

20. Untuk membuat kreasi kita lebih sempurna, kita bisa memasukkan efek musik yg kita sukai, mau???, nih…..pilih tab Show Audio Files, Pinnacle juga telah menyediakan Sound Effect sederhana, namun tentunya juga bisa memasukkan sound effect yg sudah tersimpan di harddisk atau media penyimpanan lain, lakukan seperti melakukan pengambilan foto diatas dengan mengklik gambar folder di sudut kanan atas, kemudian pilihlah lagu kesukaanmu, klik OK.

2.jpg

21. Nah, dah tahu kan drag dan drop lagu kesukaanmu itu ke Window View Media pada bagian Sound Effect Tray, aturlah sedemikian rupa sehingga alunan musik serasi dengan foto yg sedang ditampilkan.

3.jpg

22. Segitu aja mah, mudah bukan, tinggal sekarang bagaimana kreatifitas kamu untuk ngoprek nih software untuk membuat video yg berkualitas.

23. Sekarang tinggal melakukan proses Render (mengubah ke format video yg kita inginkan), sekarang pilih tab Make Movie, pada halaman ini kamu akan melihat beberapa format video yg dapat dihasilkan Pinnacle diantaranya : Tape (format video dengan menggunakan pita kaset, ah jarang nih dipake orang), AVI (format video yg biasa kita putar pada windows media player, tapi ukuran filenya besar banget karena kualitas gambar yg dihasilkan bagus) MPEG (hampir sama dengan AVI tapi ukuran file lebih kecil), kemudian Stream dan Share (itu biasanya untuk format file pada web), Disc (format VCD Player).

24. Nah, sekarang kita langsung aja ya Render ke CD, upps,… jg lupa ya CD Writernya, masukkan CD Blanknya, action, Klik Create Disc, kopi ama teh tadi dah habis belum, sambil menunggu lanjutkan dulu ngopi dan ngetehnya, sambil ngemil juga gak pa pa, capek deh……

5.jpg

PINNACLE STUDIO PLUS V10

Print

E-mail

Monday, 04 December 2006

Engine Baru: Pinnacle melengkapi Studio Plus 10 dengan engine dari software editing pro mereka Liquid. Pengoperasiannya sama seperti Studio 9 yang merupakan program editing paling mudah. Program ini cocok untuk pengguna pemula.

Image

Engine Liquid yang baru dapat memperluas fungsi-fungsi Studio Plus ini. Sekarang, software ini mendukung video high definition dengan resolusi sebesar 1.080i dan menyediakan 7 track. Di antaranya, Overlay track untuk memroses video kedua dalam satu jendela atau mengambil sosok dari sebuah film dan mengimpor background lain. Namun, Liquid engine ini membutuhkan resouce yang besar. Aplikasi Studio.exe saja memakai RAM sebesar 80 MByte. Agar lebih nyaman dalam bekerja, dibutuhkan RAM minimal 1 GB. Apabila dibandingkan dengan versi sebelumnya, engine ini cukup stabil. Namun, progress bar sering tidak bergerak, padahal program tetap berjalan di background. Project kembali aktif setelah beberapa menit pada sebuah PC 2.8 GHz.

Kesimpulan CHIP: Adanya engine baru menjadikan Pinnacle Studio 10 mudah dioperasikan. Software ini juga dilengkapi fungsi-fungsi editing yang baik, walaupun membutuhkan kinerja komputer yang tinggi.

Source : CHIP 03/2006
Author :

<!–
var prefix = ‘ma’ + ‘il’ + ‘to’;
var path = ‘hr’ + ‘ef’ + ‘=’;
var addy23219 = ‘Desmal.Andis’ + ‘@’;
addy23219 = addy23219 + ‘CHIP’ + ‘.’ + ‘co’ + ‘.’ + ‘id’;
document.write( ‘<a ‘ + path + ‘\” + prefix + ‘:’ + addy23219 + ‘\’>’ );
document.write( addy23219 );
document.write( ‘<\/a>’ );
//–>\n
Desmal.Andis@CHIP.co.id

<!–
document.write( ‘<span style=\’display: none;\’>’ );
//–>
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

<!–
document.write( ‘</’ );
document.write( ‘span>’ );
//–>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: